Setelah sekian lama akhirnya saya tidak mampu menahan gejolak dan gemuruh dalam dada. Beberapa kali saya membuat posting penghibur dan berlagak sok tidak tahu dan budeg terhadap kejadian yang memekakkan telinga mental dan fisik. P Gus maaf saya kantongi dulu janji saya untuk melengkapi panduan pindahan domain blogspotnya dan izinkan saya menyentuh kesadaran dasar saya untuk kemudian melucutkannya ke permukaan lewat ‘ngellu aku’ ini.
Cerita awal yang menyebabkan terlahirnya Blog ini menggunakan nama asli saya adalah berdasar kekagumanku kepada seorang tokoh Romi Satrio Wahono dan blogger muda brillian yang karirnya di dunia bloghospere menanjak dan kian menanjak yaitu Adieska. Mas Romi seorang founder ilmukomputer mendapat kritik dalam forum adsense-sby berkenaan dengan tehnik penempatan adsense dalam ilmukomputer yang ‘dianggap’ melanggar TOS oleh beberapa rekan Forum. Dengan bijak sesuai kemampuan dan kemasyhurannya beliau njelentrehke dengan santun. Bukan substansi masalah kritik tersebut yang menarik bagi saya melainkan penegasan namanya yang tidak akan berubah di berbagai keadaan dan kesempatan. Romi satrio wahono, romi_sw, dst.
Sedangkan Adieska dalam kesempatan adu argumen di boxlog begitu lantang menyuarakan dan me- nyontoloyokan pemerintah karena tindakannya menaikkan harga BBM. Saya yang gerah terhadap cucuran kalimatnya yang pedas dalam blognya menggunakan ID samaran ‘akuana’ (Adies maaf akuana adalah saya) Yang membuat saya terhenyak adalah tantangan terbukanya kepada siapa saja termasuk saya sang akuana dengan menggunakan kalimat yang sangat tegas. Berikut ini adalah petikan kalimat inspiratif itu.
…. Mungkin saya belum ada apa2nya dibanding dengan yang lain. Setidaknya saya sudah berkontribusi nyata, di lapangan, bukan hanya jadi blogger. MAYA Mohon maaf kepada yang lain. Sekarang saya tanya sama saksi98 dan akuana yang ga berani nunjukkan identitas dan andi cihuy yang kerjanya cihuy aja. Mana yang sudah kalian lakukan???? Sehingga kalian layak mengkritik saya??? Kalo nggak ada yang bisa kalian tunjukkan, sekarang siapa yang beretorika aja??? Aku tantang kalian berdiskusi.
Jauh di lubuk hati, saya ingin menjadikan Blog ini sebagai suara hati yang menyuarakan idealisme, opini, dan grenjet-grenjet yang saya rasakan. semuanya saya tumpahkan kesini. Tidak hanya sekedar bermanis-manis nge-blog, berkomentar yang manis serta memuji owner blog dan berlagak selalu setuju dan mengamini apapun yang di hidangkan - la iyya, budaya timur gitu loh - Entahlah, mungkin ini sedikit bergeser dari blogger bermartabatnya kang Hakimtea. Tapi ini adalah kenyataan yang ada pada masarif. Dan paragraf di bawah ini semoga bisa sedikit menutupi jurang yang menganga antara saya dengan saya . Saya sebagai makhluk sosial dan blogger biasa dengan saya yang mempunyai pribadi muslim dan idealisme yang berkembang di seputaran otak.
www.islamexpose.blogspot.com dan www.murtadin.blogspot.com
Astaghfirullah dua blog laknatullah ‘alaih inilah yang membuat saya ngellu … Beberapa saat kemudian saya googling dan ternyata terdapat puluhan topik sejenis dan banyak diantaranya tanggal dan waktu pembuatannya berdekatan bahkan sama. Sahabat, dua blog itu menyergap, manarik akal sehat saya. Marah membara dan sulit saya mengendalikan emosi ketika itu. Sampai saya baca berulang-ulang baru kemudian saya bisa menikmati blog gila itu. Salut buat founder bodoh itu!! Kemudian saya menikmati bahasa Anda. Argumen anda dan gaya Anda. Meski saya tidak pernah mengenyam bangku kuliah dan hanya lulus SMA saja niscaya saya bisa mengenali Anda ketika Anda berbicara dan berargumen. Paling tidak saya mengenali kepengecutan sampean.
Blog pengecut!!
Dia mencerca agama yang sudah exist sekian lama dan berlagak lebih tau tentang Islam, dan merasa lebih tau dari umat islam sendiri. Ah… mengapa saya terbawa emosi seperti ini? Islam saya mengajarkan untuk bermunaqosah (diskusi) dengan santun dan wajadilhum bil ladzi hiya ahsan.
Wahai sahabat gilaku, bahasa tulis saya tidak sebagus sampean tapi niscaya saya bisa meladeni argumen-argumen bodoh sampean dengan mudah. Jangan seperti Ali Sina tokoh yang sampean agung-agungkan itu! lari dari diskusi terbuka dan menjadikan topeng sabagai selubung abadi untuk menyampaikan ‘apa yang menurutmu’ kebenaran. Percayalah, seyakin apa sampean meyakini kepercayaan itu? Nyatakan dengan terbuka, itu lebih elegan. Diskusi dengan nyaman bela habis-habisan argumenmu dan ajak orang yang menurutmu tersesat menuju ke jalan mu dengan terbuka. Itu lebih berkesan dan saya pastikan Anda akan banyak pengikut kalau bisa terbuka demikian.
Ah.. ngellu aku. Mana mau dia berlaku cerdas, terbuka seperti itu? Menggunakan identitas nyata? Memerlukan keberanian extra dan itu tidak mungkin ada pada sampean. Paling banter dia akan bilang dan men quote kalimat: bahasa tulis saya tidak sebagus sampean tapi niscaya saya bisa meladeni argumen-argumen bodoh sampean dengan mudah kemudian dibawahnya dia bilang, “Oke! dengan senang hati saya tunggu di forum ini dan kita berdebat sepuasnya”
Ihik, teringat saya dulu waktu kecil. Apadong? Entahlah… Ngellu aku…





No Comment
Random Post
Leave Your Comments Below